16/12/2005 22:40 WIB
Kamis, 15/12/2005 10:54 WIBMaestro perbankan itu telah tiada....!
JAKARTA (Antara): Maestro dan legendaris perbankan, Abdullah Ali, berpulang ke rahmatullah pada pukul 05:00 pagi hari ini karena sakit.
Menurut Masyhud Ali, adik kandung Abdullah Ali, mendiang mantan Dirut PT Bank Central Asia Tbk itu meninggal di rumah duka di Jl. Cempaka Putih Tengah 17. No. 26. Meninggalnya Abdullah Ali lantaran usia yang sudah uzur sehingga kesehatannya terus menurun, hingga akhirnya meninggal dunia.
"Insya Allah kakak akan dimakamkan di Tanah Kusir ba'da dzuhur", ungkapnya kepada Bisnis.
Abdullah Ali adalah sosok bankir profesional. Dedikasi dan pengabdianya dicurahkan di BCA, warga Betawi asli ini menduduki posisi puncak di BCA menggantikan bankir senior Mochtar Riyadi (Chairman Lippo Group). Tampuk kepemimpinan BCA pasca krisis kemudian beralih dari Abdullah Ali kepada Djohan Emir Setijoso. Regenerasi BCA seperti mengisyaratkan, bahwa trah kepemimpinan bank swasta terbesar itu selalu dipegang oleh bankir-bankir kawakan.
Perjalan hidup Abdullah Ali seolah mengiringi jatuh bangunnya perbankan nasional. Diujung kepemimpinannya, BCA didera isu rasial, sehingga di seluruh pelosok tanah air terjadi rush (penarikan dana besar-besaran). Namun karena jalinan manajemen dan sistem yang dibangunnya sangat kokoh, rush yang sempat membuat limbung BCA mengalami recovery yang sangat cepat.
Satu hal yang selalu dikenang penulis adalah, pernyataannya tentang perlunya perbankan nasional menerapkan teknologi yang canggih guna melayani nasabah. Pernyataan itu direalisasikannya sendiri di BCA saat-saat sebelum krisis, dimana setiap tahun dirinya selalu menyisihkan anggaran untuk membangun divisi IT BCA.
"Tiap tahun laba BCA memang kecil, karena sebagian dana bank kami sisihkan unutk membangun sistem dan IT yang kuat",ujarnya kepada Bisnis.
Kini kita menyaksikan BCA sebagai bank dengan layanan IT terdepan dengan ATM yang tersebar luas di seluruh pelosok tanah air. Dengan layanan on line sistem, mobile banking, internet banking, kini BCA semakin menyempurnakan cita-cita Abdullah Ali.
"Selamat tinggal begawan perbankan Indonesia, jasamu tak kan pernah kami lupakan"! [Close]
© Copyright 1996-2004 PT Jurnalindo Aksara Grafika