Rabu, 13 Agustus 2008

Setitik ingatan dari nasehat Mawlana Syeikh Hisyam

Selasa malam, tanggal 12 Agustus 2008, saya menghadiri pertemuan dengan Mawlana syeikh Hisyam di rumah bapak Sunarto, Tomang.


Malam itu MSH baru pulang dari acara di Jogya yang tentunya melelahkan. Kehadiran saya di sana terutama karena ingin sekali mendapat kesempatan mencium tangan Maulana.


Saat Mawlana ke luar dari kamar setelah beberapa menit beristirahat, beliau mengurungkan keinginan untuk memenuhi undangan makan malam tuan rumah dan langsung berhadapan dengan jemaah untuk memberi nasihat. Setelah memberi salam dan mengucapkan ihda, kalimat yang pertama disampaikan adalah(cmiiw): "Adab. Islam itu adab".


Saya tidak dapat mencatat nasihat beliau karena ruangan kurang terang bagi mata saya yang mulai tua ini. Karena itu segera sesampainya di rumah, saya buat catatan ini mumpung masih ada sisa-sisa memori.


Pada intinya Mawlana berpesan agar kita berhati-hati dengan perilaku kita yang suka mengeritik orang lain, mengeluh tentang segala perbuatan orang lain, mengatakan keburukan orang lain. Semua itu sampah. Mulut kita bagaikan mesin yang mengumbar perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat. Entah siapa yang menciptakan mesin itu.(kita pastinya..pen).

Perilaku tersebut dapat menghilangkan pahala