Bimbingan
Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan kedua setelah aku bergabung dalam naqsbandi haqqani.
Tahun lalu aku baru sebagai pemula dan berusaha keras mengikuti adab yang ada dalam buku adab sendirian.
Tahun ini aku sudah rutin mengikuti dzikir khwajagan (dzikir yang dilakukan bersama-sama). Dalam Ramadhan tahun ini juga diselenggarakan di sufilive.com siaran langsung dari Michigan (Maulana Syeikh Hisyam) dan Lefke (Maulana Syeikh Nazim. Aku mulai merasakan kedekatan dengan syeikhku dan mulai dapat merasakan kehadiran syeikhku.
Akan aku ceriterakan salah satu pengalamanku berhubungan dengan hal ini.
Suatu ketika sahabatku berceritera bahwa dia sedang jatuh cinta dengan seseorang yang memang sudah lama mencintainya diam-diam. Cintanya begitu besar hingga memenuhi seluruh hati dan rongga dadanya. Kemudian dia minta kepadaku untuk merestui hubungannya ini karena mereka memutuskan untuk meningkatkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Aku bingung bagaimana caranya mengetahui hubungan mereka baik atau tidak.
Lalu syeikhku memberiku pertanda. Sahabatku itu berceritera, bahwa tiba-tiba saja gelang pemberian kekasihnya terlepas dari lengannya dan terjatuh hingga ia harus susah payah memungutnya kembali. Hari berikutnya tiba-tiba saja kekasihnya tidak dapat menghubunginya lewat HPnya. Entah kenapa HP yang biasa dipakai untuk menghubungi sahabatku itu tidak dapat terhubung dengan HP sahabatku. Kekasihnya terpaksa mengganti nomor HPnya dengan provider lain agar dapat tetap berhubungan dengan sahabatku itu.
Siangnya (saat jam sholat Jum'at) sahabatku itu tertidur di sofa dan bermimpi). Dalam mimpinya itu ia bertemu dengan kekasihnya (domisili mereka berlainan pulau sehingga jarang bertemu dan memang sedang merencanakan pertemuan mereka. Dalam mimpinya mereka bertemu dan merencanakan untuk menuju ke suatu tempat untuk saling melepas rindu. Tetapi ternyata becak yang mereka tumpangi membawa mereka ke suatu tempat yang sangat asing dan suasananya menakutkan. Menurut sahabatku tempatnya mirip dengan daerah pecinan di film-film silat. Berikutnya dalam mimpinya itu kekasihnya datang ke rumah keluarga besarnya dan berganti baju dengan baju rumah. Kemudian ia minta kepada seorang ahli mimpi untuk mnegartikan mimpinya itu.
Pecinan adalah daerah non muslim. Rupanya kekasih sahabatku itu memang semula non muslim, tetapi kemudian berniat masuk Islam setelah mengenal sahabatku. Dia sudah dikhitan, sudah bersahadat sendirian di sebuah langgar mempelajari Islam dan berusaha melaksanakan syariat-syariatnya. Tetapi dia belum secara resmi masuk Islam dalam arti belum ada saksi dalam pengucapan syahadatnya dikarenakan sesuatu hambatan. Kemudian berganti baju rumah berarti bahwa memang kekasihnya itu harus masuk Islam dulu.
Ternyata kalau dihubung-hubungkan, ketiga pertanda itu (mulai dari gelang, matinya hubungan HP dan mimpinya) saling berkaitan. Sahabatku itu tidak diizinkan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan sebelum kekasihnya itu mask Islam.
Aku merasa bahagia karena dapat membantu sahabatku itu. Tetapi yang membuatku lebih bahagia adalah karena bagiku hal itu berarti aku mempunyai hubungan dengan syeikhku.
Jakarta, 11 September 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar