Dipersembahkan pada ulang tahun ke 80 Ibunda Zuchraini.
Puisi buat mama
Mama.......... itulah panggilan kami bagi sosok wanita yang
amat kami sayangi.
Sosok wanita yang telah berat mengandung kami selama
sembilan bulan,
Wanita yang ikhlas menahan sakit saat kami menghisap air
susunya
Wanita yang tak pernah lelah menjaga kami pagi, siang maupun
malam,
Mama bagai malaikat keluarga yang selalu ada saat kami
membutuhkan belai kasih.
Senyum lembutnya selalu menyambut kala kami datang membawa
masalah kami
Tatap teduhnya menenteramkan hati saat kami sadar telah bersalah padanya
Maafnya mendahului permohonan maaf kami padanya
Do’a-do’anya menguatkan kami,
Do’a-do’anya membentuk kami menjadi insan yang bergantung
kepada ALLAH,
Nasihat-nasihatnya membantu menyelesaikan masalah-masalah
kami,
Nasihat-nasihatnya menuntun kami tetap di jalan ALLAH.
Kadang kami tak melihat kelelahannya,
Kadang kami tak perhatikan perasaannya yang sedang sedih,
Kadang kami pikir mama selalu kuat,
Kadang kami pikir mama selalu sehat,
Mama, maafkan kami.
Di usia mama ke delapan puluh ini,
Saat kami juga sudah punya anak-anak.
Saat kami juga sudah punya cucu,
Baru kami sadar betapa
luar biasanya mama.
Kini saatnya kami yang menjaga mama,
Kami yang memelihara
kesehatan mama,
Kami yang menghibur dan tak membiarkan setetespun air mata
kesedihan menggenang di mata mama.
Mama..........
Kami amat sayang mama,
Terima kasih mama atas semua yang telah mama lakukan bagi
kami.
Maafkan jika kami tak cukup membuat mama bahagia.
Semoga ALLAH selalu sayang mama dan Ridho atas surgaNYA bagi
mama
Peluk cium dan sungkem kami,
Anak dan menantu mama, beserta cucu dan cicit mama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar