BismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim
Adab Yang Baik Adalah Mahkota Kita [“GOOD MANNERS ARE THE CROWN”]
Suhbah dari Sultan Mawlana Syaikh Muhammad ar-Rabbani QS pada 12 December 2018 di Dargah Akbaba.
Adab Yang Baik Adalah Mahkota Kita [“GOOD MANNERS ARE THE CROWN”]
Suhbah dari Sultan Mawlana Syaikh Muhammad ar-Rabbani QS pada 12 December 2018 di Dargah Akbaba.
### ORIGINAL ENGLISH Text is Available Below ###
Assalamu ‘Alaykum wa RahmatuLLAAHi wa Barakatuh.
Audzu biLLAAHi minasyaithanir rajiim. BismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim.
Washalatu wasSalaamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin. Maddad yaa RasulALLAAH, Maddad yaa As-habi RasuliLLAAH, Maddad yaa Masyayikhina, Syaikh Abdullah ad-Daghestani, Syaikh Nazim al-Haqqani. Dastuur…
Audzu biLLAAHi minasyaithanir rajiim. BismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim.
Washalatu wasSalaamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin. Maddad yaa RasulALLAAH, Maddad yaa As-habi RasuliLLAAH, Maddad yaa Masyayikhina, Syaikh Abdullah ad-Daghestani, Syaikh Nazim al-Haqqani. Dastuur…
Thariqatunas suhbah, wal khayru fil jam’iyyah.
Thariqah dan Islam dibangun berlandaskan Adab. Kebanyakan orang tidak memahami tentang Adab yang Baik. Orang awam hanya ingin melakukan apa-apa yang sesuai dengan pikiran mereka. Keberadaan Thariqah adalah untuk menaklukkan nafsu kalian, dan untuk menjadikan seseorang beradab baik. Adab merupakan sesuatu yang diterima dalam pandangan ALLAAH (JJL). Nabi Suci SAW kita mengatakan “Addabana-i RABBI fa ahsana ta’dibi”, yang artinya “ALLAAH telah menjadikanku beradab baik…” dan seseorang yang beradab baik berarti dia bersama dengan Nabi Suci SAW kita. Orang yang beradab baik tidaklah berteriak dan memekik keras. Orang yang beradab baik tidak mengucapkan kata-kata buruk dan kasar. Orang yang beradab baik semua sifatnya adalah sifat yang baik. Seseorang yang memiliki adab yang baik adalah orang yang memiliki ahlak dan perilaku yang baik.
Dijaman sekarang ini, baik di negeri ini maupun di tempat-tempat lainnya, para wanita mengira merupakan suatu kebaikan bagi mereka kalau mereka menghadiri konser musik dengan berteriak-teriak, menjerit dan bersorak-sorai. Itu bukan merupakan sesuatu yang benar. Para perempuan tidak sepatutnya mengeluarkan suara keras. Mereka bisa berbincang diantara mereka [yakni secara bebas dan sedikit mengeraskan suara], tapi tidak melakukannya didepan orang lain [yakni didepan para pria]. Ini bukanlah jalan kita.
Mereka mengecam kita disebabkan perbuatan seseorang [yakni karena perbuatan seseorang yang tidak beradab baik, maka para pengikut Thariqah Naqsybandi Aliyyah mendapat banyak kecaman karenanya], yakni mereka mengatakan: Ada apa dengan orang ini? [yakni mempertanyakan mengapa orang itu berperilaku negatip seperti itu]. Jalan yang kita tempuh jelas. Jalan kita adalah Thariqah. Jalan kita adalah Adab. Bagaimanapun, Thariqah Naqsybandi adalah thariqah yang sangat menerapkan Adab, jalan yang merupakan jalur yang ditempuh Nabi Suci SAW kita dan yang bila kita menempuhnya akan sampai kepada Beliau SAW.
Adab adalah sesuatu yang penting. Kami mengingatkan orang-orang yang mengatakan mereka telah berbay’ah dalam thariqah. Hendaknya kalian menempatkan diri kalian dengan menerapkan Adab dimanapun kalian berada. Kalian memelihara tempat dimana kalian berada seakan tempat itu adalah rumah kalian. Jagalah kebersihan tempat itu. Hendaknya kalian bergaul baik dengan orang-orang yang ada disana. Jika mereka menolong diri kalian, maka jadikanlah agar mereka tidak pernah menyesal telah menolong kalian.
Sayangnya, kami mendengar dan merasa heran dengan apa-apa yang dilakukan sebagian pengikut kami. Mereka berbuat sesuatu yang mempermalukan orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa perbuatan mereka itu secara langsung mempengaruhi thariqah ini dan Syaikh nya. Ini merupakan suatu yang buruk. Hendaknya kita selalu berhati-hati [yakni dalam menjaga perbuatan dan tindak tanduk kita].
Kita tidak perlu menuruti kehendak ego kita. Tidak peduli seburuk apapun engkau diperlakukan, janganlah engkau membalasnya [dengan suatu tindakan yang sama buruknya]. [Yang terjadi adalah] Orang-orang itu telah memperlakukanmu dengan penuh penghormatan, dan meskipun mereka telah menghargaimu, yang kemudian kau lakukan adalah “menyiksa” mereka dan berbuat jahat kepada mereka. Hendaknya kita memperhatikan poin penting ini.
Kita perlu memiliki adab. Hazrat Syaikh Nazim QS, Ayahanda kami, menunjukkan penghormatan kepada semua orang [yakni khususnya kepada jama’ah thariqah Naqsybandi Aliyyah] untuk kejadian yang telah berlangsung 40 tahun, pada 50 tahun lalu, semata-mata demi secangkir kopi [yakni dikisahkan oleh beberapa murid bahwa Mawlana Syaikh Nazim QS telah menjamu secara khusus seorang murid yang sedang berada di Lefke. Diketahui kemudian bahwa murid itu pernah mengundang Mawlana Syaikh untuk minum teh di rumahnya di London. Dan peristiwa itu berlangsung berpuluh tahun sebelumnya]. Kepada mereka yang telah memperlakukanmu dengan baik, bukannya membalas dengan perlakuan yang baik, engkau malah menyakiti mereka. Hendaknya kita berhati-hati, agar tidak melakukan hal yang seperti ini. Orang-orang yang berlaku seperti itu [yakni membalas perlakuan baik dengan sesuatu yang menyakiti perasaan orang yang telah berbuat baik itu], maka mereka tidak diterima untuk menempuh Jalan ini, dan akan menjauh dari Jalan ini dan – dengan demikian – menjauh dari Nabi SAW.
Semoga ALLAAH Mengaruniai kita ahlak yang baik. Semoga kita menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakat disekitar kita, insyaaALLAAH.
Wa minALLAAH at-tawfiq. Al-Faatihah.
= = =
GOOD MANNERS ARE THE CROWN
Hazrat Shaykh Muhammad Mehmet ar-Rabbani 12 December 2018/5 Rabi’ al-Akhir 1440 Sabah Namaz, Akbaba Dargah
Hazrat Shaykh Muhammad Mehmet ar-Rabbani 12 December 2018/5 Rabi’ al-Akhir 1440 Sabah Namaz, Akbaba Dargah
Assalamu Alaykum wa Rahmatullah wa Barakatuh
Auzu Billahi Minashaytanir Rajeem. Bismillahir Rahmanir Raheem
Wassalatu Wassalamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin, Madad Ya Rasulallah, Madad Ya As’habi RasuLillah, Madad Ya Mashayikhina, Sheykh Abdullah ad-Daghestani, Sheykh Nazim al-Haqqani. Dastur.
Tariqatunas sohba, wal khayru fil jamiyya
Tariqa and Islam are built upon adab. People are unaware of good manners. Normal people want to do things according to their own minds. Tariqa exists to train your nafs, and to make a person well mannerred. Adab is acceptable in the sight of Allah جل جلاله (JJ). Our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم says addabani Rabbi fa-ahsana ta’dibi, “Allah has made me well mannerred...” and the one with the best manners is with our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم (SAW). He did not yell or scream. He did not say a bad word. [He had] all the good habits. A person with adab means one who has good morals (akhlaq) and good habits.
Now, sometimes here or in other places, ladies think they are attending a concert, yelling, screaming, and cheering. It is not right. Ladies should not make a sound. They can talk among themselves, but when they do these in front of other people... This is not our way. They criticised us a lot before because of a person: what kind of man is this? Our way is clear. Our way is tariqa, it is adab. Afterall, the Naqshbandi tariqa is the tariqa with the most manners, the way that is on the path of our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم and which reaches to him.
Adab is important. Let us remind people who say they are initiated in the tariqa. You will sit with manners where you go. You will look after the place like your own home. You will keep it clean there. You will get along well with people. If they have helped you, you will not make them sorry they helped you.
Unfortunately, we hear and we are astonished at what some of our people do. They do things to embarrass people. They do not know that it directly affects the tariqa and the shaykh. These are bad things. We need to be careful.
Unfortunately, we hear and we are astonished at what some of our people do. They do things to embarrass people. They do not know that it directly affects the tariqa and the shaykh. These are bad things. We need to be careful.
We need to not comply with our ego. No matter how badly you are treated, again you should not answer back. If those people have treated you with honor, and even though they have honored you, you are tormenting them and doing evil. It is not right. We need to pay attention to this.
We need to have adab. Hazrat Shaykh Nazim (QS), our father, showed respect to people for 40 years, for 50 years, for the sake of a cup of coffee. They are treating you, and let alone treating them back in kind, you are tormenting them. We need to be careful. If they do like that, they cannot become acceptable people, and would be far away from the path and far away from the Prophet صلى الله عليه وسلم (SAW).
May Allah give us all good morals. May we be a good example for people inshallah. Wa minAllah at-tawfiq.
Al-Fatiha.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar