Rabu, 09 Juli 2008

Catatan tercecer: ucapan selamat natal

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,

Saudara-saudaraku di milis sd-Islam yang saya sayangi.

Kamis malam yang lalu, tanggal 3 Januari 2008, saya telah mendapat pencerahan baru sebagai dampak keikutsertaan saya di milis ini. Mudah-mudahan hal ini akan menjadi titik awal yang baru dalam kehidupan saya, terutama menjelang tahun baru Hijriah yang akan datang.

Berawal dari postingan saya yang menjawab postingan pak Satria mengenai dialog Bapak Sanihu Munir dengan pihak kristiani. Postingan saya itu ternyata mendapat banyak kritik. Pak Satriyo lalu menyarankan untuk mendengar kasetnya dan membaca buku Sanihu Munir yang berjudul “Keliru Pandang Kang Jalal”. Saya sudah minta pak Satria untuk mendapat kasetnya tapi belum ada tanggapan. Pak Satriyo menyarankan untuk menghubungi bapak Sanihu Munir untuk mendapatkan bukunya. Alhamdulillah malam itu juga saya berhasil mendapatkan dan membaca bukunya.

Saudaraku, sekarang saya mengerti mengapa lawan debat bapak Sanihu Munir bisa kehabisan kata-kata. Besar dugaan saya bahwa hal itu bukan disebabkan gaya bicara bapak Sanihu Munir yang seperti “religion combatan” seperti yang dikatakan pak Satria. Pihak Kristiani kehabisan kata-kata karena bukti-bukti yang disampaikan bapak Sanihu Munir. Jangankan pihak kristiani, saya juga terhenyak membacanya.

Buku tersebut antara lain membedah buku bapak Jalaluddin Rahmat yang berjudul “Islam Dan Pluralisme”. Hal yang menyentak saya adalah bukti-bukti sejarah mengenai lahirnya agama Kristen. Selama ini saya mengira bahwa agama kristen merupakan agama yang diajarkan oleh nabi Isa Alaihissalam alias Yesus. Ternyata bukan, saudaraku! Agama kristen adalah bikinan Paulus (laknatullah)! Jika kalian telah tahu ini sejak lama, maka saya baru tahu sekarang ini(ampuni saya ya Allah).

Indahnya buku ini dapat menceriterakan kronologis cara Paulus menjelmakan Yesus yang awalnya seorang nabi menjadi salah seorang Kristus sebagai awal lahirnya agama kristen, melalui segala dongeng yang diambil dari perpaduan antara filsafat Yunani-Romawi, ajaran penyembah berhala dan berbagai agama misteri, lengkap dengan mitos kristus, hymne kristus dan ritual kristus. Tentu saja dilengkapi dengan penciptaan hari natal. Diceriterakan juga cara Paulus yang berpura-pura tobat di depan Yakobus, adik Yesus, yang menegur kesesatannya. Yang membuat buku ini luar biasa bagi saya, karena dapat memperlihatkan bahwa semua itu ternyata terekam dalam al Qur’an. Saya takut salah kalau banyak bicara, karena itu silakan baca buku ini agar kita dapat bersama memahaminya.

Mengenai kang Jalal sendiri, bukunya yang berjudul Islam dan Pluralisme itu ternyata banyak menafsirkan Al Qur’an secara keliru. Dalam buku ini, semuanya diluruskan kembali. Saya sangat kagum dengan analogi yang dibuatnya dalam kisah Fulan mencari kebenaran untuk menggambarkan dualisme kebenaran yang dikemukakan kang Jalal untuk mendukung teori pluralismenya.

Buat pak Satria, jika memang pak Satria sudah mendengarkan rekaman dialog Sanihu Munir dengan kaum kristiani ini, saya heran jika bapak tetap ingin mengucapkan selamat natal. Ucapan itu menghina keimanan bukan saja umat Islam, tetapi juga umat nasrani yang mengimani Yesus sebagai nabi. Yesus bukan orang kristen yang pertama!

CMIIW.
Roosdiana