Kasih Sayang Allah Turun Karena Awliya Allah
As-Sayyid Sultanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad ‘Adil ar-Rabbani Hazretleri ق
26 Desember 2018/19 Rabi‘ ul-Ākhir 1440, Qut‘b ‘Uthmān Tekke, Famagusta, Siprus
As-Sayyid Sultanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad ‘Adil ar-Rabbani Hazretleri ق
26 Desember 2018/19 Rabi‘ ul-Ākhir 1440, Qut‘b ‘Uthmān Tekke, Famagusta, Siprus
As-salāmu ‘alaykum wa raḥmatullāhi wa barakātuh. A‘ūdhu billāhi minash-shayṭāni r-rajīm. Bismillāhi r-Raḥmāni r-Raḥīm. Aṣ-ṣalātu wa s-salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidi l-awwalīna wa l-ākhirīn. Madad yā RasūlAllāh, madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, madad yā Mashāyikhinā, dastūr yā Shaykh Abdullāh al-Fāiz ad-Dāghistāni, Shaykh Muḥammad Nāẓim al-Ḥaqqnī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-ṣuḥbah wa l-khayru fi l-jam‘iyyah.
Syukur kepada Allāh kami datang ke sini lagi dan bertemu kalian semua. Sudah lebih dari setahun. Tapi seperti halnya di Siprus dan Lefke yang dekat kita harus berziarah Awliya Allah. Kita harus mengunjungi para Orang Suci di sini juga. Kita harus dapatkan barakah dari kebaikan mereka.
Kami bertemu saudara-saudara kami dan mengunjungi Mashāyikh di sini. Mereka adalah kekuatan spiritual di tempat ini. Awliya dan mashāyikh di sini membawa kemurahan hati Allah bagi orang-orang yang berada dalam kegelapan. Karena banyak orang yang telah melupakan ākhirat sepenuhnya. Mereka hanya mengejar dunyā. Mereka terlalu banyak mengejar dunyā.
Ketika kemarahan Allah turun, Allah SWT mengirimkan rahmat-Nya untuk menghormati para Awliya Allah yang suci yang berada disini dan memberikan barakah pada tempat ini. Mereka adalah penjaga tempat ini, penjaga spiritual disini.
Tidak peduli berapa banyak kezaliman penindasan yang ada disini dan berapa banyak orang yang berdosa, Allah akan menghabisinya nanti. Mereka akan diganti dengan orang-orang baru yang akan melayani Islam dan mengisi masjid-masjid ini. Ini adalah janji Allah.
Karena para Wali Allah ini telah memberikan dan mengorbankan darah dan jiwa mereka di sini. Apakah mereka datang kesini karena ingin mencari kekayaan? Tidak untuk mencari kekayaan. Mereka bisa lebih kaya di tempat lain yang lebih makmur jika mereka mau. Tetapi mereka menemukan tempat ini dan meninggalkan semua hartanya untuk mendapat kesenangan ilahiah dan ridho Allah.
Hari ini kebanyakan orang mengikuti jalannya Setan. Tapi Allah mengubah itu. Manusia sebagian besar dikalahkan oleh hawa nafsu ego mereka. Apa yang terjadi ketika mereka dikalahkan? Apakah itu membahayakan Allah? Tidak. Tidak ada yang menimpa Allāh. Itu hanya merugikan diri mereka sendiri.
Selama masa Mūsā ‘alayhi s-salām Bani Isrā'il banyak mendapat penderitaan dari Firaun. Mūsā ‘alayhi s-salām menyelamatkan mereka. Dan meskipun Firaun dihancurkan, umat Nabi Musa as mulai memberontak. Mereka berkata, "Beri kami Tuhan untuk kami sembah." Mereka meminta kepada Mūsā ‘alayhi s-salām diselamatkan dari berbagai macam penindasan Firaun, meskipun mereka diselamatkan Musa as dan diberi yang terbaik setiap saat, mereka tidak berterima kasih.
Mereka melawan Allah. Akhirnya, Allah memaafkan mereka lagi untuk kehormatan Mūsā ‘alayhi s-salām. Dia berkata, "Aku memberimu kota ini." Ada kota besar Eriha (Yerikho) di Palestina. Ini adalah tempat yang berlimpah kekayaan. Allāh ‘Azza wa Jalla berkata," Masuklah. "Dia mengatakannya melalui Mūsā‘ alayhi s-salām. "Kamu harus mengatakan ḥiṭṭah (2:58)." Ḥiṭṭah adalah sesuatu seperti gandum. Allāh ‘Azza wa Jalla berkata," Katakan dan masuklah kekota itu. "
Jika mereka melakukannya, mereka akan baik-baik saja, mereka akan hidup dengan baik. Tetapi mereka sangat memberontak sehingga meskipun mereka melihat banyak mukjizat dari Mūsā ‘alayhi s-salām, mereka tidak menerima perintahnya dan menjadikan Musa as dikenai hukuman. Mereka telah mencapai titik pemberontakan terakhir.
Mereka memerintahkan Mūsā ‘alayhi s-salām untuk pergi sendiri memasuki kota itu karena mereka takut mati. Karena pemberontakan mereka dan semua perilaku buruk dan tidak tahu berterima kasih mereka berkata, "Berjuanglah dengan Tuhanmu. Setelah kau berperang dan mengalahkan mereka, hubungi kami di sana. Kami akan datang".
Setelah begitu banyak kelakuan buruk dan kurangnya adab, mereka pantas dihukum. Dan Allah memberi mereka beberapa hukuman. Dia berkata, “Pergi dan tersesatlah di padang pasir. Anda tidak akan bisa meninggalkan gurun ini. ""
Umat Musa as heran mengapa kami tidak bisa pergi dari sini padahal ditempat ini tidak ada kawat berduri atau dinding yang menahan kami pergi, tidak ada. Kami akan melarikan diri besok dari Musa as. Tidak ada yang bisa menghentikan kami. ”
Umat Musa as heran mengapa kami tidak bisa pergi dari sini padahal ditempat ini tidak ada kawat berduri atau dinding yang menahan kami pergi, tidak ada. Kami akan melarikan diri besok dari Musa as. Tidak ada yang bisa menghentikan kami. ”
Esoknya mereka bangun di pagi hari dan memutuskan untuk pergi untuk melarikan diri dari Mūsā‘ alayhi s-salām dan tidak mau melihatnya. Mūsā ‘alayhi s-salām kesal dengan mereka. Musa as akhirnya meninggalkan mereka dan memutuskan hubungannya dengan umatnya yang buruk perilakunya.
Mereka memulai perjalanan mereka di pagi hari dan berjalan sampai malam. Ketika hari sudah malam mereka menyadari bahwa mereka telah kembali ke tempat mereka semula. Mereka pikir mereka salah jalan. Jadi mereka memutuskan untuk berjalan ke arah yang berlawanan pada hari kedua. Mereka berjalan sampai malam lagi dan menjadi sangat lelah. Ketika mereka bangun di pagi hari, mereka berada di tempat yang sama lagi. Itu terjadi selama 40 tahun. Dalam 40 tahun, semua yang memberontak di sana mati. Anak-anak mereka selamat dan meninggalkan tempat itu.
Bahkan Mūsā ‘alayhi s-salām sendiri tidak bisa memasuki Palestina. Dia meninggal di luar Palestina jauh dari orang-orang itu. Dia tidak pernah berbicara dengan orang-orang itu lagi. Karena mereka pantas menerima hukuman Allah, dia tidak memperhatikan mereka. Jadi tidak ada yang bisa ikut campur dalam perintah Allah. Nabi Mūsā ‘alayhi s-salām meninggal di luar kota itu. Hārūn ‘alayhi s-salām juga. Kemudian Yūsha ‘‘ alayhi s-salām akhirnya dapat memasuki Palestina.
Mengapa saya mengatakan hal ini? Ini adalah kondisi negara Siprus saat ini. Itu adalah negara Muslim. Pasukan Islam menaklukkan tempat ini. Tidak ada orang sekuler atau orang lain yang menaklukkannya. Mereka yang menaklukkannya adalah Muslim. Itu dimulai pada masa Nabi (saw) dengan ṣaḥābīyah Ḥalā Sulṭān. Sampai penaklukan oleh Ottoman bersama tentara Musllim menaklukkan Siprus.
Mereka tidak datang untuk mencari uang disini. Mereka tidak akan mengorbankan begitu banyak jiwa demi uang atau kesrnangan dunia. Begitu banyak sahabat (ra) yang mati Syahid di Siprus. Karena itu, dengan izin Allāh jangan kehilangan harapan dan bersedih dengan melihat kondisi ini. Masjid-masjid yang dikehendaki Allah akan dipenuhi jamaah di sini, dergāh akan penuh, insyaAllah.
Semoga Allah senang dengan Anda semua. Seperti yang kami katakan, sisanya yang menentang Allah akan musnah. Mereka tidak akan tinggal selamanya. Karena saya melihat untuk kedua kalinya keliaran dan kejahatan manusia telah mencapai batasnya. Allāh dapat mematikan mereka satu per satu atau seperti yang Dia suka. Semuanya ada di bawah perintah Allah. Tidak perlu campur tangan.
Kami berdoa kepada Allah agar Dia memberi petunjuk agar kita melihat hari-hari indah itu, insya Allah. Hari kedatangan Mahdi ‘alayhi s-salām sudah dekat dengan kehendak Allah.
Mawlānā Syaikh Nazim qs pernah berkata tentang hal ini di sini ketika dia kembali dari Syām: “Saya membawa Syam kesini.” Barakah dari Syām telah pindah ke Siprus dengan izin Allah. Shayṭān berusaha sebanyak yang dia inginkan untuk menghancurkan Syam. Semua yang setan lakukan tidak berarti. Tidak ada manfaatnya. Hanya orang yang mengatakan "Allāh" lebih berharga daripada dunia ini yang Allah selamatkan.
Mawlānā Syaikh Nazim qs pernah berkata tentang hal ini di sini ketika dia kembali dari Syām: “Saya membawa Syam kesini.” Barakah dari Syām telah pindah ke Siprus dengan izin Allah. Shayṭān berusaha sebanyak yang dia inginkan untuk menghancurkan Syam. Semua yang setan lakukan tidak berarti. Tidak ada manfaatnya. Hanya orang yang mengatakan "Allāh" lebih berharga daripada dunia ini yang Allah selamatkan.
Nabi (saw) berkata, “Ketika kamu pergi tidur ucapkan, 'Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lah. Lahu l-mulk wa-lahu l-ḥamd yuḥyī wa-yumīt wa-huwa ‘alá kulli shay’in qadīr, maka Allah Azza wa Jalla akan mengampuni semua dosa kalian." Karena itu, kami tidak khawatir, Insya Allah, kita semua aman. Bantuan Allah Azza wa Jalla sangat besar. Semoga Allah membimbing orang-orang ini. Semoga mereka diampuni dosa-dosa mereka, insyaAllah.
Wa-min Allāh at-tawfīq Al-Fātiḥah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar