Rabu, 13 Februari 2019

Belajar dari Kesalahan

Belajar Dari Kesalahan Kita
Mawlana Syekh Muḥammad Adil ar-Rabbani q
23 Januari 2019/17 Jumādā-’l-Ūlā 1440 Akbaba Dergah, Setelah Salat Subuh
As-Salāmu ‘alaykum wa raḥmatu Llāhi.A‘ūdhu biLlāhi mina sh-shayṭāni r-rajīm.Waṣ-ṣalātu wa s-Salāmu‘ alā Rasālinā Muḥammadin Sayyidi l-awwalin wa l-ākhirīn. Madad yā Rasūla Llāh, madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūli Llāh, madad yā Mashāyikhinā, dastūr yā Shaykh ‘Abdu Llāh al-Fāiz ad-Dāghistānī, Shaykh Muḥammad Nāẓim al-Haqqani. Madad.Ṭarīqatunā ṣ-ṣuḥbah wa l-khayru fi l-jam‘iyyah.
Manusia membuat kesalahan karena mereka harus belajar dari kesalahan itu. Selama mereka tidak keras kepala melanjutkan dan meneruskan perbuatan buruk dan dosa mereka, maka kesalahan menjadi pelajaran berharga untuk dipelajari.
Karena itu, ketika dia melakukan kesalahan, atau tidak secara khusus sengaja melakukan dosa tetapi mengikuti seseorang yang salah atau melakukan sesuatu yang salah maka dia tidak perlu khawatir, dia harus mengingatnya bahwa kesalahannya itu adalah sebuah pelajaran.
Jika dia melakukan kesalahan dan kesal tetapi kemudian terus membuat kesalahan yang sama ratusan atau ribuan kali, maka tidak ada manfaat dari kesalahan tersebut. Namun, jika dilakukan sekali dan pekerjaan mereka buruk dan rusak, maka jangan sampai kedua kalinya, kalian melakukan kesalahan hal yang sama. Kalian dapat bertanya di mana letak kesalahanmu kemudian memperbaikinya dan melanjutkan pekerjaanmu dengan tenang.
Seseorang harus mengambil pelajaran dari kesalahan itu. Ini untuk pekerjaan di dunia ini tetapi untuk urusan akhirat, betapapun banyaknya kesalahan yang kalian lakukan, betapapun banyak dosa yang kalian buat, Anda harus mohon ampunan Allah. Allah ‘Azza wa Jalla mengatakan Dia menerima tobat hamba-hambaNya.
Pintu tobat masih terbuka. Hari ini banyak manusia menghabiskan hari mereka dengan berbuat dosa. Tidak semua orang suci. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia untuk berdosa dan meminta ampunan-Nya. Setelah bertobat maka dosa-dosa meteka diampuni. Demikian juga untuk urusan dunia jika kalian salah harus segera pemperbaiki kesalahan itu. Tidak perlu marah untuk urusan duniawi, ambil pelajaran dari kesalahan yang kalian lakukan.
Sekarang banyak orang belajar di universitas. Kebanyakan orang tidak mau masuk universitas negeri, karena mereka harus belajar lebih banyak sehingga banyak orang menjadi malas. Mereka lebih suka sekolah swasta meskipun membayar lebih bedar untuk menerima pengetahuan atau untuk belajar keterampilan.
Di sekolah-sekolah itu, ia membayar dan belajar. Ketika Anda membuat kesalahan di dunia ini, Anda belajar darinya dan membayarnya bukan dengan uang tetapi dengan sesuatu yang lain. Karena itu, biarkan kesadaran ini tetap ada dalam pikiran kita.
Ketika kita membuat kesalahan, kita harus mengatakan, "Ini bukan kesalahan, tapi sebuah pelajaran." Ini berarti masalah yang tidak baik, kita banyak tersesat. Apa yang kita lakukan? Waktumu terbuang sia-sia, dan lain kali harus waspada dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika Anda menyalahkan orang lain, maka tidak akan ada gunanya menyalahkan.
Jika ada urusan yang tidak berjalan dengan baik dan benar. Ada jalan memperbaikinya. Allah ‘azza wa Jalla menciptakan situasi ini, ingin agar kalian mau belajar dari kesalahan. Mereka meminta ampunan-Nya sehingga Dia mengampuni. Allah penuh belas kasihan tetapi kita sering membahayakan diri kita sendiri.
Semoga Allah Azza wa Jalla menolong kita. Semoga kita menyadari kesalahan kita dan mengambil pelajaran darinya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita...amin...
Wa min Allāh at-tawfīq, al-Fātiḥah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar