Jumat, 01 Februari 2019

Bersabarlah untuk tidak menjadi serakah

Keserakahan yang Berbahaya Bagi Manusia
Mawlana Syaikh Muhammad Adil ar-Rabbani q
17 Januari 2017 Akbaba Dergah, Istanbul Turki
Assalamu alaikum wa Rahmatullah wa barakatuh, Auzu Billahi Minashaytanir rajiim. Bismillahir Rahmanir Rahim, Wassalatu Wassalamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul awwalin wal Akhirin, Madad Ya Rasulallah, Madad Ya As'habi Rasulillah, Madad Ya Mashayikhina, Sheykh Abdullah Daghestani, Sheykh Nazim al-Haqqani. Dastur. Tariqatunas sohba, wal Khayru fil jamiyya.
Dunia ini adalah tempat ujian. Ada semua jenis ujian didunia ini. Kami akan membahas salah satu ujian yaitu sifat serakah. Banyak orang yang belum dididik dalam jalan Allah dan mereka cenderung melakukan segala macam kejahatan, menyakiti sesama manusia dan membuat manusia menderita.
Manusia harus cerdas, dan tidak harus mengikuti lingkungan yang buruk. Jika mereka mengikuti jalan yang buruk mereka akan melihat akibat yang buruk. Bahkan jika ia adalah seorang Muslim, mereka tidak luput dari sifat serakah, tamak dan kikir. Sifat ini adalah sifat yang berbahaya. Dan mengikuti sifat serakah adalah jalan yang salah. Banyak manusia bagaikan pemburu yang mempersiap kan jebakan sehingga banyak orang menderita baik materi maupun spiritual.
Untuk materi mereka menjanjikan kalian akan mendapat keuntungan besar, dan mengatakan "Kau akan menang...". Jika kalian setuju, kemudian mereka menipumu. Mereka menunjukkan sebuah proyek, dan berjanji dengan mengatakan "Jika Anda membeli ini, seperti itu, Anda layak mendapatkan keuntungan ini ...". Dan orang yang ditipu memberikan seluruh harta yang ia miliki dan kemudian mereka menyesal karena kehilangan seluruh hartanya.
Masih ada kesempatan untuk meneruskan hidupmu bahkan setelah kesalahan di dunia ini. Kalian akan mencoba untuk mengatasi rasa sakitmu. Tapi untuk akhirat itu tidak sama. Kalian yang menipu manusia maka kalian akan benar-benar berada di api neraka dalam kehidupanmu di akhirat.
Jika kalian memiliki iman, maka masih bisa bertahan. Tapi kadang-kadang bahkan orang yang memiliki sedikit iman kemudian terpuruk jatuh ke dalam perangkap dan akhirnya mereka juga kehilangan iman mereka. Ini bahkan lebih berbahaya. Dimanapun kalian dapat melihat hal ini terjadi dimana-mana.
Penyebab lain kalian kehilangan seluruh hartamu adalah karena sifat rakus dan serakahmu untuk mendapat uang dengan jalan yang mudah. Ini adalah kesalahan dirimu. Jangan menjadi manusia yang serakah! Kalian ingin untung yang lebih besar tetapi tiba-tiba kalian kehilangan semua yang kalian miliki.
Seperti sebuah pepatah seseorang ingin membeli beras dan mendapatkan bulgur.
Dimyat adalah sebuah kota di Mesir, tempat dimana beras dihargai. Tetapi banyak orang tertipu oleh jebakan dan perangkap pengikut setan mereka membeli beras tetapi mendapat bulgur yang tidak bisa mereka makan dan akhirnya meteka kelaparan karena tidak bisa makan bulgur.
Contoh ini berlaku untuk semua hal. Setan menjebak manusia dari awal manusia. Pertama yang setan jebak dalam perangkap nya adalah Nabi Adam (as). Jika Nabi Adam (as) saja dapat terjebak artinya semua manusia memiliki kemungkinan untuk terjebak dalam perangkap setan. Oleh karena itu sejak Adam Alayhis salam manusia telah terjebak, maka jangan katakan aku tidak akan jatuh ke dalam perangkap setan dan dari jebakan keserakahan dirimu sendiri.
Perhatikan nasehat ini, tetaplah terjaga dan waspada, jangan mengambil hak-hak orang lain. Ada pasang surut dalam kehidupan ini, kadang kalian kaya besoknya jatuh miskin, maka sangat baik untuk waspada agar tidak jatuh ke dalam perangkap setan. Uang yang halal dan bersih, jika kalian mencurinya atau menipu manusia maka akan menjadi kotor. Uang ini telah menjadi haram, dan banya orang membuat uangnya menjadi haram. Jika Anda berhati-hati Anda tidak akan khawatir seseorang mengambil uangmu.
Tidak ada manfaat dalam uang yang haram/kotor. Jadilah ummat Nabi Muhammad (saw) yang baik agar tidak terjatuh dalam jebakan setan dan dosa. Jadi tetap waspada dan terjaga akan banyak keuntungan. Perhatikan nasehat ini, karena situasi dunia dimasa mendatang akan jauh lebih buruk lagi. Semoga Allah menjaga kita. Amin al-Fatihah.
Wa Min Allahu at-Tawfiq, al-Fatihah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar