Rabu, 30 Januari 2019

Dapat Dipercaya Sunnah Yang Paling Penting
As-Sayyid Sultanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad ‘Adil ar-Rabbani Hazretleri ق
29 Desember 2018/22 Rabī ‘ul-Ākhir 1440, Shaykh Nāẓim Dergah, Lefke, Siprus
As-salāmu ‘alaykum wa raḥmatullāhi wa barakātuh. A‘ūdhu billāhi minash-shayṭāni r-rajīm. Bismillāhi r-Raḥmāni r-Raḥīm. Aṣ-ṣalātu wa s-salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidi l-awwalīna wa l-ākhirīn. Madad yā RasūlAllāh, madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, madad yā Mashāyikhinā, dastūr yā Shaykh Abdullāh al-Fāiz ad-Dāghistāni, Shaykh Muḥammad Nāẓim al-Ḥaqqanī Madad. Ṭarīqatunā aṣ-ṣuḥbah wa l-khayru fi l-jam‘iyyah.
Salah satu sifat Nabi (saw) antara lain adalah dapat dipercaya. Yang kami maksud dengan dapat dipercaya adalah dia tidak pernah mengkhianati siapa pun dan selalu berbicara benar. Dia mengatakan apa yang benar. Sifat Nabi (saw) sudah dimilikinya sebelum turun wahyu untuk menjadi Nabi datang kepadanya.
Nabi (saw) dikenal sebagai Muḥammadu al-Amin di antara orang-orang Mekah. Tidak ada yang diberi nama seperti itu sebelumnya inilah hikmah kebijaksanaan Allah. Nama yang diberikan kepada Nabi (saw) adalah nama yang sangat terhormat dan sanfat indah. Seseorang yang bisa dipercaya.
Zaman itu orang tidak dapat dengan mudah menemukan orang yang bisa dipercaya untuk menitipkan barang-barang dan uang mereka. Nabi (saw) dikenal sebagai Muḥammadu al-Amin, semua orang ketika pergi keluar kota akan menitipkan segalanya kepada Nabi (saw). Ketika mereka kembali dari bepergian setelah beberapa waktu, mereka memintanya barangnya kembali dan membawa serta barangnya.
Bahkan selama masa hijrah kepercayaan untuk menitipkan barang dan hatta berharga tetap dipercayakan bersama Nabi sae. Ketika hijrah Nabi saw mengatakan pada Sayyidunā ‘Alī (ra) untuk mengembalikan barang-barang yang dititipkan kepadanya kepada pemiliknya. Inilah sifat Nabi (saw) yang begitu indah.
Hari ini banyak orang mengikuti sunnah Nabi tetapi banyak dari mereka tidak bisa mengikuti sifat Nabi (saw), yang daoat dipercaya. Kebanyakan orang tidak bisa dipercaya. Mereka tidak menjaga kepercayaan. Mereka mengkhianati kepercayaan orang sehingga membawa kerugian bagi orang-orang yang menitipkan barangnya ke mereka.
Dapat dipercaya adalah sifat terpenting Nabi (saw) kita. Hari ini banyak orang yang penampilannya bagai ulama yang baik dan memakai pakaian sunah sesuai dengan Islam, tetapi ketika ia tidak dapat dipercaya, maka dia tidak akan berhasil. Bahkan ia menjadi orang yang jauh lebih buruk dari orang biasa yang tidak memakai atribut Ulama. Karena dengan demikian pakaian ulama yang dia pakai tujuannya hanya untuk menipu orang dan mengkhianati kepercayaan orang.
Mereka mempercayai anda karena penampilan mu seperti ulama yang baik dan dapat dipercaya. Mereka berpikir Anda melakukan sunnah Nabi kita dan dapat dipercaya. Mereka pikir Anda sama baik dalam penampilan luar dan penampilan dalam sifat yang dapat dipercaya. Kalau kalian tidak memakai pakaian ulama, seseorang akan mempertimbangkan matang-matang untuk menitipkan barang berharganya dan memberikan sesuatu kepada dirimu tanpa melakukan penelitian siapa dirimu sebenarnya.Tetapi ketika dia melihat Anda tidak dapat dipetcaya dan menipu mereka maka mereka kesal.
Sayangnya, sebagian besar penipu ini mereka melakukannya dan menyadari tindakan mereka salah dan merugikan orang, dan beberapa orang bahkan tidak dapat menghilangkan sifat buruk ini. Mereka dikalahkan oleh ego mereka. Bahkan jika mereka pergi ḥaji 70 kali, mereka tetap penipu dan dapat melakukan hal yang sama berkali-kali. Mereka tidak dapat memperbaiki ego mereka. Yang penting di sini adalah mengoreksi ego dan menjaga kepercayaan orang.
Apapun yang Anda lakukan, apakah Anda tukang sepatu atau petani, dokter atau ulama atau guru, Anda harus melakukannya sebaik mungkin. Hanya dengan begitu Anda menjaga kepercayaan semua orang. Kepercayaan memiliki ribuan jenis. Salah satu tipe adalah hal-hal yang kami katakan.
Dalam segala macam pekerjaan yang dilakukan seseorang, ia tidak boleh memotong jam kerjanya hanya setengah dari seharusnya. Mereka mengatakan sudah cukup kerja saya hari ini dan minta dibayar. Dia bekerja hanya setengah dari waktu pekerjaannya. Dia harus tinggal di sana sampai tiba waktunya pulang dan tetap bekerja. Dia harus melakukan pekerjaannya karena hal ini juga kepercayaan.
Anda tidak boleh duduk di sana secara gratis tanpa bekerja. Anda tidak boleh duduk tanpa melakukan sesuatu yang diperintahkan kepadamu. Anda dibayar untuk melayani. Jadi, Anda harus mengikuti waktu peraturan pembayaran itu. Layanan apa pun yang Anda lakukan di sana, Anda harus melakukannya sepenuhnya. Itu penting.
Pada akhir zaman dimasa sekarang ini tidak ada orang yang dapat menjaga kepercayaan, sangat sedikit orang yang dapat dipercaya. Ada banyak pengkhianat dimana-mana. Semoga Allah melindungi kita. Kita seharusnya tidak melihat kesalahan orang. Setiap orang harus melihat dirinya sendiri apakah kita sudah melakukan pekerjaan dengan benar sesuai waktunya. Semoga kita dapat menjaga kepercayaan, insyaAllah.
Wa min Allah at-Tawfiq al-Fatihah.
Kasih Sayang Allah Turun Karena Awliya Allah
As-Sayyid Sultanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad ‘Adil ar-Rabbani Hazretleri ق
26 Desember 2018/19 Rabi‘ ul-Ākhir 1440, Qut‘b ‘Uthmān Tekke, Famagusta, Siprus
As-salāmu ‘alaykum wa raḥmatullāhi wa barakātuh. A‘ūdhu billāhi minash-shayṭāni r-rajīm. Bismillāhi r-Raḥmāni r-Raḥīm. Aṣ-ṣalātu wa s-salāmu ‘alá Rasūlinā Muḥammadin Sayyidi l-awwalīna wa l-ākhirīn. Madad yā RasūlAllāh, madad yā Sādāti Aṣḥābi Rasūlillāh, madad yā Mashāyikhinā, dastūr yā Shaykh Abdullāh al-Fāiz ad-Dāghistāni, Shaykh Muḥammad Nāẓim al-Ḥaqqnī. Madad. Ṭarīqatunā aṣ-ṣuḥbah wa l-khayru fi l-jam‘iyyah.
Syukur kepada Allāh kami datang ke sini lagi dan bertemu kalian semua. Sudah lebih dari setahun. Tapi seperti halnya di Siprus dan Lefke yang dekat kita harus berziarah Awliya Allah. Kita harus mengunjungi para Orang Suci di sini juga. Kita harus dapatkan barakah dari kebaikan mereka.
Kami bertemu saudara-saudara kami dan mengunjungi Mashāyikh di sini. Mereka adalah kekuatan spiritual di tempat ini. Awliya dan mashāyikh di sini membawa kemurahan hati Allah bagi orang-orang yang berada dalam kegelapan. Karena banyak orang yang telah melupakan ākhirat sepenuhnya. Mereka hanya mengejar dunyā. Mereka terlalu banyak mengejar dunyā.
Ketika kemarahan Allah turun, Allah SWT mengirimkan rahmat-Nya untuk menghormati para Awliya Allah yang suci yang berada disini dan memberikan barakah pada tempat ini. Mereka adalah penjaga tempat ini, penjaga spiritual disini.
Tidak peduli berapa banyak kezaliman penindasan yang ada disini dan berapa banyak orang yang berdosa, Allah akan menghabisinya nanti. Mereka akan diganti dengan orang-orang baru yang akan melayani Islam dan mengisi masjid-masjid ini. Ini adalah janji Allah.
Karena para Wali Allah ini telah memberikan dan mengorbankan darah dan jiwa mereka di sini. Apakah mereka datang kesini karena ingin mencari kekayaan? Tidak untuk mencari kekayaan. Mereka bisa lebih kaya di tempat lain yang lebih makmur jika mereka mau. Tetapi mereka menemukan tempat ini dan meninggalkan semua hartanya untuk mendapat kesenangan ilahiah dan ridho Allah.
Hari ini kebanyakan orang mengikuti jalannya Setan. Tapi Allah mengubah itu. Manusia sebagian besar dikalahkan oleh hawa nafsu ego mereka. Apa yang terjadi ketika mereka dikalahkan? Apakah itu membahayakan Allah? Tidak. Tidak ada yang menimpa Allāh. Itu hanya merugikan diri mereka sendiri.
Selama masa Mūsā ‘alayhi s-salām Bani Isrā'il banyak mendapat penderitaan dari Firaun. Mūsā ‘alayhi s-salām menyelamatkan mereka. Dan meskipun Firaun dihancurkan, umat Nabi Musa as mulai memberontak. Mereka berkata, "Beri kami Tuhan untuk kami sembah." Mereka meminta kepada Mūsā ‘alayhi s-salām diselamatkan dari berbagai macam penindasan Firaun, meskipun mereka diselamatkan Musa as dan diberi yang terbaik setiap saat, mereka tidak berterima kasih.
Mereka melawan Allah. Akhirnya, Allah memaafkan mereka lagi untuk kehormatan Mūsā ‘alayhi s-salām. Dia berkata, "Aku memberimu kota ini." Ada kota besar Eriha (Yerikho) di Palestina. Ini adalah tempat yang berlimpah kekayaan. Allāh ‘Azza wa Jalla berkata," Masuklah. "Dia mengatakannya melalui Mūsā‘ alayhi s-salām. "Kamu harus mengatakan ḥiṭṭah (2:58)." Ḥiṭṭah adalah sesuatu seperti gandum. Allāh ‘Azza wa Jalla berkata," Katakan dan masuklah kekota itu. "
Jika mereka melakukannya, mereka akan baik-baik saja, mereka akan hidup dengan baik. Tetapi mereka sangat memberontak sehingga meskipun mereka melihat banyak mukjizat dari Mūsā ‘alayhi s-salām, mereka tidak menerima perintahnya dan menjadikan Musa as dikenai hukuman. Mereka telah mencapai titik pemberontakan terakhir.
Mereka memerintahkan Mūsā ‘alayhi s-salām untuk pergi sendiri memasuki kota itu karena mereka takut mati. Karena pemberontakan mereka dan semua perilaku buruk dan tidak tahu berterima kasih mereka berkata, "Berjuanglah dengan Tuhanmu. Setelah kau berperang dan mengalahkan mereka, hubungi kami di sana. Kami akan datang".
Setelah begitu banyak kelakuan buruk dan kurangnya adab, mereka pantas dihukum. Dan Allah memberi mereka beberapa hukuman. Dia berkata, “Pergi dan tersesatlah di padang pasir. Anda tidak akan bisa meninggalkan gurun ini. ""
Umat Musa as heran mengapa kami tidak bisa pergi dari sini padahal ditempat ini tidak ada kawat berduri atau dinding yang menahan kami pergi, tidak ada. Kami akan melarikan diri besok dari Musa as. Tidak ada yang bisa menghentikan kami. ”
Esoknya mereka bangun di pagi hari dan memutuskan untuk pergi untuk melarikan diri dari Mūsā‘ alayhi s-salām dan tidak mau melihatnya. Mūsā ‘alayhi s-salām kesal dengan mereka. Musa as akhirnya meninggalkan mereka dan memutuskan hubungannya dengan umatnya yang buruk perilakunya.
Mereka memulai perjalanan mereka di pagi hari dan berjalan sampai malam. Ketika hari sudah malam mereka menyadari bahwa mereka telah kembali ke tempat mereka semula. Mereka pikir mereka salah jalan. Jadi mereka memutuskan untuk berjalan ke arah yang berlawanan pada hari kedua. Mereka berjalan sampai malam lagi dan menjadi sangat lelah. Ketika mereka bangun di pagi hari, mereka berada di tempat yang sama lagi. Itu terjadi selama 40 tahun. Dalam 40 tahun, semua yang memberontak di sana mati. Anak-anak mereka selamat dan meninggalkan tempat itu.
Bahkan Mūsā ‘alayhi s-salām sendiri tidak bisa memasuki Palestina. Dia meninggal di luar Palestina jauh dari orang-orang itu. Dia tidak pernah berbicara dengan orang-orang itu lagi. Karena mereka pantas menerima hukuman Allah, dia tidak memperhatikan mereka. Jadi tidak ada yang bisa ikut campur dalam perintah Allah. Nabi Mūsā ‘alayhi s-salām meninggal di luar kota itu. Hārūn ‘alayhi s-salām juga. Kemudian Yūsha ‘‘ alayhi s-salām akhirnya dapat memasuki Palestina.
Mengapa saya mengatakan hal ini? Ini adalah kondisi negara Siprus saat ini. Itu adalah negara Muslim. Pasukan Islam menaklukkan tempat ini. Tidak ada orang sekuler atau orang lain yang menaklukkannya. Mereka yang menaklukkannya adalah Muslim. Itu dimulai pada masa Nabi (saw) dengan ṣaḥābīyah Ḥalā Sulṭān. Sampai penaklukan oleh Ottoman bersama tentara Musllim menaklukkan Siprus.
Mereka tidak datang untuk mencari uang disini. Mereka tidak akan mengorbankan begitu banyak jiwa demi uang atau kesrnangan dunia. Begitu banyak sahabat (ra) yang mati Syahid di Siprus. Karena itu, dengan izin Allāh jangan kehilangan harapan dan bersedih dengan melihat kondisi ini. Masjid-masjid yang dikehendaki Allah akan dipenuhi jamaah di sini, dergāh akan penuh, insyaAllah.
Semoga Allah senang dengan Anda semua. Seperti yang kami katakan, sisanya yang menentang Allah akan musnah. Mereka tidak akan tinggal selamanya. Karena saya melihat untuk kedua kalinya keliaran dan kejahatan manusia telah mencapai batasnya. Allāh dapat mematikan mereka satu per satu atau seperti yang Dia suka. Semuanya ada di bawah perintah Allah. Tidak perlu campur tangan.
Kami berdoa kepada Allah agar Dia memberi petunjuk agar kita melihat hari-hari indah itu, insya Allah. Hari kedatangan Mahdi ‘alayhi s-salām sudah dekat dengan kehendak Allah.
Mawlānā Syaikh Nazim qs pernah berkata tentang hal ini di sini ketika dia kembali dari Syām: “Saya membawa Syam kesini.” Barakah dari Syām telah pindah ke Siprus dengan izin Allah. Shayṭān berusaha sebanyak yang dia inginkan untuk menghancurkan Syam. Semua yang setan lakukan tidak berarti. Tidak ada manfaatnya. Hanya orang yang mengatakan "Allāh" lebih berharga daripada dunia ini yang Allah selamatkan.
Nabi (saw) berkata, “Ketika kamu pergi tidur ucapkan, 'Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lah. Lahu l-mulk wa-lahu l-ḥamd yuḥyī wa-yumīt wa-huwa ‘alá kulli shay’in qadīr, maka Allah Azza wa Jalla akan mengampuni semua dosa kalian." Karena itu, kami tidak khawatir, Insya Allah, kita semua aman. Bantuan Allah Azza wa Jalla sangat besar. Semoga Allah membimbing orang-orang ini. Semoga mereka diampuni dosa-dosa mereka, insyaAllah.
Wa-min Allāh at-tawfīq Al-Fātiḥah

Jumat, 18 Januari 2019



Menjadi pengusaha sukses


Bimillahir Rahmanir Rahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Menjadi pengusaha sukses bukan diawali dengan mengumpulkan modal.

Atau modal utamanya bukanlah uang, tetapi niat yang baik.

Cari usaha yang halal, yang ada dalam koridor agama, bersama orang-orang yang amanat, beriman

dan bertakwa kepada ALLAH.

Niat saya adalah ingin membantu ekonomi keluarga dan ekonomi umat.

Karena itu saya memilih jalur saya lewat HNI HPAI.

Kunjungi blok bisnis saya ya.



salam sukses

Roosdiana






BismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim
Adab Yang Baik Adalah Mahkota Kita [“GOOD MANNERS ARE THE CROWN”]
Suhbah dari Sultan Mawlana Syaikh Muhammad ar-Rabbani QS pada 12 December 2018 di Dargah Akbaba.
### ORIGINAL ENGLISH Text is Available Below ###
Assalamu ‘Alaykum wa RahmatuLLAAHi wa Barakatuh.
Audzu biLLAAHi minasyaithanir rajiim. BismiLLAAHir Rahmaanir Rahiim.
Washalatu wasSalaamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin. Maddad yaa RasulALLAAH, Maddad yaa As-habi RasuliLLAAH, Maddad yaa Masyayikhina, Syaikh Abdullah ad-Daghestani, Syaikh Nazim al-Haqqani. Dastuur…
Thariqatunas suhbah, wal khayru fil jam’iyyah.
Thariqah dan Islam dibangun berlandaskan Adab. Kebanyakan orang tidak memahami tentang Adab yang Baik. Orang awam hanya ingin melakukan apa-apa yang sesuai dengan pikiran mereka. Keberadaan Thariqah adalah untuk menaklukkan nafsu kalian, dan untuk menjadikan seseorang beradab baik. Adab merupakan sesuatu yang diterima dalam pandangan ALLAAH (JJL). Nabi Suci SAW kita mengatakan “Addabana-i RABBI fa ahsana ta’dibi”, yang artinya “ALLAAH telah menjadikanku beradab baik…” dan seseorang yang beradab baik berarti dia bersama dengan Nabi Suci SAW kita. Orang yang beradab baik tidaklah berteriak dan memekik keras. Orang yang beradab baik tidak mengucapkan kata-kata buruk dan kasar. Orang yang beradab baik semua sifatnya adalah sifat yang baik. Seseorang yang memiliki adab yang baik adalah orang yang memiliki ahlak dan perilaku yang baik.
Dijaman sekarang ini, baik di negeri ini maupun di tempat-tempat lainnya, para wanita mengira merupakan suatu kebaikan bagi mereka kalau mereka menghadiri konser musik dengan berteriak-teriak, menjerit dan bersorak-sorai. Itu bukan merupakan sesuatu yang benar. Para perempuan tidak sepatutnya mengeluarkan suara keras. Mereka bisa berbincang diantara mereka [yakni secara bebas dan sedikit mengeraskan suara], tapi tidak melakukannya didepan orang lain [yakni didepan para pria]. Ini bukanlah jalan kita.
Mereka mengecam kita disebabkan perbuatan seseorang [yakni karena perbuatan seseorang yang tidak beradab baik, maka para pengikut Thariqah Naqsybandi Aliyyah mendapat banyak kecaman karenanya], yakni mereka mengatakan: Ada apa dengan orang ini? [yakni mempertanyakan mengapa orang itu berperilaku negatip seperti itu]. Jalan yang kita tempuh jelas. Jalan kita adalah Thariqah. Jalan kita adalah Adab. Bagaimanapun, Thariqah Naqsybandi adalah thariqah yang sangat menerapkan Adab, jalan yang merupakan jalur yang ditempuh Nabi Suci SAW kita dan yang bila kita menempuhnya akan sampai kepada Beliau SAW.
Adab adalah sesuatu yang penting. Kami mengingatkan orang-orang yang mengatakan mereka telah berbay’ah dalam thariqah. Hendaknya kalian menempatkan diri kalian dengan menerapkan Adab dimanapun kalian berada. Kalian memelihara tempat dimana kalian berada seakan tempat itu adalah rumah kalian. Jagalah kebersihan tempat itu. Hendaknya kalian bergaul baik dengan orang-orang yang ada disana. Jika mereka menolong diri kalian, maka jadikanlah agar mereka tidak pernah menyesal telah menolong kalian.
Sayangnya, kami mendengar dan merasa heran dengan apa-apa yang dilakukan sebagian pengikut kami. Mereka berbuat sesuatu yang mempermalukan orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa perbuatan mereka itu secara langsung mempengaruhi thariqah ini dan Syaikh nya. Ini merupakan suatu yang buruk. Hendaknya kita selalu berhati-hati [yakni dalam menjaga perbuatan dan tindak tanduk kita].
Kita tidak perlu menuruti kehendak ego kita. Tidak peduli seburuk apapun engkau diperlakukan, janganlah engkau membalasnya [dengan suatu tindakan yang sama buruknya]. [Yang terjadi adalah] Orang-orang itu telah memperlakukanmu dengan penuh penghormatan, dan meskipun mereka telah menghargaimu, yang kemudian kau lakukan adalah “menyiksa” mereka dan berbuat jahat kepada mereka. Hendaknya kita memperhatikan poin penting ini.
Kita perlu memiliki adab. Hazrat Syaikh Nazim QS, Ayahanda kami, menunjukkan penghormatan kepada semua orang [yakni khususnya kepada jama’ah thariqah Naqsybandi Aliyyah] untuk kejadian yang telah berlangsung 40 tahun, pada 50 tahun lalu, semata-mata demi secangkir kopi [yakni dikisahkan oleh beberapa murid bahwa Mawlana Syaikh Nazim QS telah menjamu secara khusus seorang murid yang sedang berada di Lefke. Diketahui kemudian bahwa murid itu pernah mengundang Mawlana Syaikh untuk minum teh di rumahnya di London. Dan peristiwa itu berlangsung berpuluh tahun sebelumnya]. Kepada mereka yang telah memperlakukanmu dengan baik, bukannya membalas dengan perlakuan yang baik, engkau malah menyakiti mereka. Hendaknya kita berhati-hati, agar tidak melakukan hal yang seperti ini. Orang-orang yang berlaku seperti itu [yakni membalas perlakuan baik dengan sesuatu yang menyakiti perasaan orang yang telah berbuat baik itu], maka mereka tidak diterima untuk menempuh Jalan ini, dan akan menjauh dari Jalan ini dan – dengan demikian – menjauh dari Nabi SAW.
Semoga ALLAAH Mengaruniai kita ahlak yang baik. Semoga kita menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakat disekitar kita, insyaaALLAAH.
Wa minALLAAH at-tawfiq. Al-Faatihah.
= = =
GOOD MANNERS ARE THE CROWN
Hazrat Shaykh Muhammad Mehmet ar-Rabbani 12 December 2018/5 Rabi’ al-Akhir 1440 Sabah Namaz, Akbaba Dargah
Assalamu Alaykum wa Rahmatullah wa Barakatuh
Auzu Billahi Minashaytanir Rajeem. Bismillahir Rahmanir Raheem
Wassalatu Wassalamu ala Rasulina Muhammadin Sayyidul Awwalin wal Akhirin, Madad Ya Rasulallah, Madad Ya As’habi RasuLillah, Madad Ya Mashayikhina, Sheykh Abdullah ad-Daghestani, Sheykh Nazim al-Haqqani. Dastur.
Tariqatunas sohba, wal khayru fil jamiyya
Tariqa and Islam are built upon adab. People are unaware of good manners. Normal people want to do things according to their own minds. Tariqa exists to train your nafs, and to make a person well mannerred. Adab is acceptable in the sight of Allah جل جلاله (JJ). Our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم says addabani Rabbi fa-ahsana ta’dibi, “Allah has made me well mannerred...” and the one with the best manners is with our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم (SAW). He did not yell or scream. He did not say a bad word. [He had] all the good habits. A person with adab means one who has good morals (akhlaq) and good habits.
Now, sometimes here or in other places, ladies think they are attending a concert, yelling, screaming, and cheering. It is not right. Ladies should not make a sound. They can talk among themselves, but when they do these in front of other people... This is not our way. They criticised us a lot before because of a person: what kind of man is this? Our way is clear. Our way is tariqa, it is adab. Afterall, the Naqshbandi tariqa is the tariqa with the most manners, the way that is on the path of our Holy Prophet صلى الله عليه وسلم and which reaches to him.
Adab is important. Let us remind people who say they are initiated in the tariqa. You will sit with manners where you go. You will look after the place like your own home. You will keep it clean there. You will get along well with people. If they have helped you, you will not make them sorry they helped you.
Unfortunately, we hear and we are astonished at what some of our people do. They do things to embarrass people. They do not know that it directly affects the tariqa and the shaykh. These are bad things. We need to be careful.
We need to not comply with our ego. No matter how badly you are treated, again you should not answer back. If those people have treated you with honor, and even though they have honored you, you are tormenting them and doing evil. It is not right. We need to pay attention to this.
We need to have adab. Hazrat Shaykh Nazim (QS), our father, showed respect to people for 40 years, for 50 years, for the sake of a cup of coffee. They are treating you, and let alone treating them back in kind, you are tormenting them. We need to be careful. If they do like that, they cannot become acceptable people, and would be far away from the path and far away from the Prophet صلى الله عليه وسلم (SAW).
May Allah give us all good morals. May we be a good example for people inshallah. Wa minAllah at-tawfiq.
Al-Fatiha.
JUMMU’AH MUBARAK!
GOLONGAN PERTAMA KESABARAN adalah BERSABAR terhadap KETIDAKNYAMANAN yang dialami TUBUH JASMANI kita.
Contohnya adalah BANGUN TIDUR diwaktu DINI HARI YANG SANGAT DINGIN untuk Menegakkan SHALAT, merasa TIDAK ENAK DI BADAN selama mengalami SAKIT, menyelesaikan TUGAS-TUGAS YANG SULIT untuk dikerjakan, dan lain sebagainya.
Untuk tetap SABAR dan TABAH dalam menjalankan RANGKAIAN IBADAH ditengah segala KESULITAN ini merupakan sesuatu yang SANGAT BERHARGA dalam PANDANGAN ALLAAH.
GOLONGAN KEDUA KESABARAN bahkan LEBIH BERHARGA LAGI:
Bersabar dalam menahan diri dari SEGALA YANG HARAM.
Ketika engkau MELIHAT WANITA CANTIK, hendaknya kau katakan pada dirimu sendiri:
“Wahai diri! Perempuan itu adalah adikku! Bagaimana aku bisa memandangnya dengan penuh nafsu?”
TENTANG KESABARAN YANG SEPERTI INI ada HADITS yang menyatakan:
“Untuk menjalani kehidupan ini sebagai hamba ALLAAH dan menjauhkan diri dari segala yang terlarang, adalah lebih bernilai daripada semua ibadah dari seluruh malaikat, umat manusia dan jin sepanjang masa kehidupan ini!”
GOLONGAN KETIGA KESABARAN merupakan yang TERBAIK DARI SEGALANYA.
Yakni untuk Bersabar terhadap ORANG-ORANG YANG MENYUSAHKANMU.
Qur’an Suci menyatakan:
“KALIAN HARUSLAH MAMPU MENANGGUNG DERITA AKIBAT PERBUATAN ORANG LAIN KEPADAMU. KAMI MENGUJI SEBAGIAN KALIAN DENGAN SEBAGIAN YANG LAIN DIANTARAMU”
- Qur’an Suci.
KESABARAN merupakan satu hal yang PALING PENTING dalam KEHIDUPAN SEORANG MANUSIA.
Jika SESEORANG MEMEGANG TEGUH KESABARAN, SEMUA KEBAIKAN BERSAMANYA.
TATAPAN MATA ALLAAH MEMANDANG PADAMU… AKANKAH ENGKAU BERSABAR...?
- MAWLANA SYAIKH NAZIM QS.
Kebahagiaan Sejati
Mawlana Syaikh Muhammad Adil ar-Rabbani q
Lefke Cyprus - 15 Januari 2018
Bismillahir Rahmanir Rahim. Nabi (saw) menjelaskan tentang kebahagiaan dalam kehidupan. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadist bahwa kebahagiaan adalah ketika kalian tidak kekurangan makanan setiap hari. Kalian dapat makan setiap hari saja hal itu sudah merupakan kebahagiaan yang Allah Azza wa Jalla berikan kepada kalian.
Kebahagiaan kedua adalah ketika badan kalian sehat sehingga kalian dapat beraktifitas sehari-hari untuk bekerja dan melakukan berbagai kegiatan. Jika badan kalian sehat dan kuat maka kalian dapat bangun untuk bekerja. Orang yang sedang menderita sakit mengetahui bahwa kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga. Uang tidak dapat membeli kesehatan.
Banyak orang yang berusaha sembuh dari penyakitnya dengan pergi ke berbagai rumah sakit mahal dan keberbagai dokter mahal dengan membeli berbagai macam obat-obatan yang mahal tetapi mereka tetap tidak dapat sembuh dari penyakitnya, meskipun banyak uang yang sudah mereka keluarkan.
Kebahagiaan ketiga adalah ketika kalian merasa aman dan tidak dalam ketakutan, baik akibat perang besar yang melanda negerinya atau akibat bencana alam, sehingga banyak orang harus mengungsi karena ketakutan sesuatu akan menimpa mereka. Mereka takut mati akibat perang atau akibat bencana alam dan berbagai kejahatan.
Ketika kehidupan mereka aman, tentram dan tidak merasa ketakutan, maka hal ini juga merupakan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sebenarnya adalah dari ketiga hal ini, pertama kalian dapat makan setiap hari, kedua tubuh kalian sehat dan ketiga kalian tidak merasa ketakutan akibat peperangan atau bencana.
Hari ini banyak orang merasa tidak bahagia dalam hidupnya, padahal mereka dapat makan setiap hari, badan mereka sehat dan tidak ketakutan akan peperangan. Zaman ini orang baru merasa bahagia jika mereka bisa membeli mobil baru, memiliki banyak uang. Oleh karena itu mereka tidak pernah bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla ketika mereka dapat makan setiap hari. Mereka tidak bersyukur tubuhnya sehat dan mereka tidak bersyukur negaranya aman dari peperangan.
Kebahagiaan kehidupan di dunia yang dikatakan Nabi (saw) adalah sederhana, yaitu ketika kalian bisa makan setiap hari, badan kalian sehat dan tidak merasa takut, inilah kebahagiaan yang sebenarnya sehingga kalian harus mensyukuri nikmat yang Allah Azza wa Jalla berikan kepada kalian. Semoga Allah (swt) memberikan kepada kita sifat untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah Azza wa Jalla berikan kepada kita setiap hari.
Wa min Allah at Tawfiq, al-Fatihah.