Jumat, 28 Desember 2007

Persaingan

Dunia ini penuh persaingan. Apa sih yang tidak dipersaingkan? Karir, bisnis, bahkan cinta. Persaingan dapat membuat seseorang maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Sebaliknya persaingan dapat merusak hubungan baik, moral, bahkan hal-hal yang dipersaingkan itu sendiri.

Dalam perjalanan hidup saya, banyak pekerjaan yang telah saya coba. Mulai dari berjualan door to door, ikut multilevel marketing, jadi MC, dan yang sampai sekarang saya tekuni adalah mengajar. Mengajar merupakan pekerjaan yang menarik buat saya. Suatu perwujudan cita-cita sejak remaja. Walaupun saya terlambat memulainya (karena awalnya karir utama saya adalah sepenuhnya ibu rumah tangga), saya menyukai pekerjaan ini. Sungguh bahagia jika melihat mahasiswa saya dapat lulus dengan baik.

Namun saat ini sungguh saya merasa terganggu dengan hadirnya seorang rekan dosen yang masih muda, bersemangat, cantik, dan tentu saja berteknologi tinggi. Hal yang mengganggu saya adalah pernyataannya sendiri yang ingin menggantikan posisi saya sebagai dosen senior.
Kanapa saya? Padahal ada begitu banyak dosen senior lainnya. Mungkin dia hanya bercanda, tetapi pernyataannya menyebar dan menjadi pembicaraan rekan-rekan dosen.

Sebenarnya saya tidak perlu merasa terganggu. Dosen baru dan muda pasti banyak sekali dan siap menggantikan kami yang sewaktu-waktu tidak lagi mampu mengajar atau bahkan meninggalkan dunia ini. Namun yang membuat hati saya bimbang adalah bentuk persaingan yang mungkin terjadi. Umumnya dosen merasa perlu membangun citra di kalangan mahasiswa. Saya tidak menginginkan citra yang terbangun dari persaingan antar dosen akan berupa citra mengenai nilai. Jangan sampai untuk mengejar popularitas, kami para dosen menjadi "murah" dalam pemberian nilai. Harus tetap terjaga bahwa nilai merupakan cerminan kompetensi mahasiswa yang sebenarnya.

Maka untuk tetap bertahan dalam persaingan ini, saya berusaha menemukan metode pengajaran yang paling tepat untuk tiap kelas yang saya asuh dan menambah wawasan keilmuan saya. Saya berharap, meskipun usia semakin bertambah, kompetensi saya sebagai dosen akan tetap dapat berkembang dengan baik sehingga saya tetap dapat diterima dalam dunia pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar