Selasa, 19 April 2011

Hati yang keras/

Bertahun-tahun aku belajar melembutkan hatiku.
Karena hati ini terlalu keras.
Tak mudah tersentuh duka orang lain.
Aku bisa paham bahwa seseorang berduka. Cuma aku tak bisa ikut merasakannya.
Aku berusaha berempati, tapi hati ini seakan tak tersentuh.
Orang bilang aku tegar, tapi aku bilang hatiku membatu.
Aku menangis kepada ALLAH minta agar hatiku dilembutkan.

Ternyata hati yang keras itu salah satu penyebabnya adalah kuatnya ego.
Dengan berlatih melawan ego, sedikit demi sedikit hati melembut.
Bagaikan tetesan air yang terus menerus pada batu yang keras.

Ketika aku menemukan jalan menuju ALLAH, aku belajar bahwa aku hanya hambanya yang paling lemah.
Aku berusaha mengingat bahwa orang lain lebih tinggi derajatnya dari pada aku.
Aku belajar tawadhu.
Aku belajar menyadari misalnya apa akibat perkataan atau perbuatanku terhadap orang lain.
Apakah aku menyakiti hatinya?
Apakah aku menyakiti hati hambaNYA?
Apakah aku membuat ALLAH marah?

Aku sangat bahagia saat pertama kali merasakan jatuhnya air mata yang datang dari tobatku.
Aku belajar arti cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar