Senin, 28 Juli 2008

Rapuhnya hati seorang ibu.

786, 165

Seorang ibu diharapkan mempunyai hati yang teguh, yang tenang bagaikan riak air di telaga. Kesabaran seorang ibu diharapkan seluas lautan, seluas langit yang tak bertepi. Tapi seorang ibu tetap seorang manusia biasa. Ada saat-saat tertentu hatinya dapat begitu rapuh, mudah meleleh, mencair seiring dengan air mata yang tertumpah dari pelupuk mata yang panas ke pipinya yang semakin tahun semakin mengeriput. Oh Allah, beri hamba hati yang kuat, hati yang tabah, yang tidak pernah menaruh harapan kepada anak-anakku. Hanya kepadaMu aku tumpahkan segala harap dan derita hatiku. Ajari hamba untuk tidak mengeluh kecuali kepadaMu. Jangan sampai hati ini menangis karena kecewa kepada anak-anakku. Oh Rabb, isi hati hamba hanya dengan cinta yang ikhlas, yang tak pernah mengharap balasan cinta dari anak-anakku. Hanya RidhoMu yang keharapkan, hanya cintaMU yang kudambakan.

Duuuuuhhh..... bagaimana caranya tetap diam dalam tangis, tetap tenang dalam kekecewaan dan tetap tersenyum dalam derita? Ya Rabb, pantaskah hamba menjadi seorang ibu?